Sejarah Yayasan Roudlatul Qurro' wal Munsyidin

Februari 22, 2021

 




Asal mula sejarah panjang berdirinya Yayasan Roudlatul Qurro' wal Munsyidin diawali dari adanya Sanggar Seni Islami al-Asyiqin di Dusun Semanggi, Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada tahun 2017 atas inisiatif dan niat baik Ustadz M. Nurul Huda berdasarkan pertimbangan para ulama' yang tujuan utamanya agar lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad tetap terjaga.

Adanya Sanggar Seni Islami al-Asyiqin menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pecinta seni dan musik, yang pada akhirnya dibawalah mereka kepada kegiatan-kegiatan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelumnya proses belajar mengajar dilakukan satu minggu sekali dengan kegiatan masih seputar belajar rebana, sholawat dan tilawah, yang pada akhirnya ada masukan dari para wali santri untuk mengadakan kegiatan setiap hari.

Dari sana kemudian dibentuklah Madrasah Diniyah yang kegiatannya dilakukan setiap hari. Santri yang ada pada waktu itu masih sekitar 11 anak dari desa sekitar dengan pengajar masih 4 orang. Seiring berjalannya waktu, di tahun 2018 masuklah program seni baru berupa tari sufi. Dengan didatangkannya Romo Kyai Budi Harjono menjadi simbolis terbentuknya program baru tersebut.

Pada bulan Juni dengan izin Allah, berdasarkan Akta Pendirian Yayasan No. 18 tanggal 22 Juni 2020 yang dibuat oleh Notaris Indarto, SH., M.Kn. dan telah didaftarkan di Kemenkumham No. AHU-0012579.AH.01.12.Tahun 2020 tanggal 23 Juni 2020 secara resmi dibentuklah Yayasan Roudlatul Qurra’ wal Munsyiddin.

Saat ini sudah ada setidaknya 110 santri di Madrasah Diniyah Roudlatul Qurra' wal Munsyidin dengan dibimbing oleh tidak kurang dari 15 pengajar. Program-program yayasan pun semakin kompleks dan beragam, mulai dari Tahsinul Qur'an, Tahfidzul Qur'an, Qiroatul Kutub, Qiroatul Maulid, Tilawatil Qur'an, Albanjari, Tari Sufi, Qasidah, Marawis, Pagar Nusa, dan berbagai Majlis Rutin lainnya.

Pada hari sabtu tanggal 16 Januari 2021. Terbentuklah sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial  yang diberi Nama "AINUR ROHMAH" yang artinya Sumber Kasih Sayang.

Dengan harapan, kehadiran lembaga ini nantinya bisa menebar kasih sayang kepada siapapun ,terutama kepada anak Yatim, Dhuafa, dan Fakir Miskin.

Berawal dari event peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin diadakan di SANGGAR SENI ISLAMI AL ASSYIQIEN, seperti tahun-tahun yang lalu biasanya juga ada santunan Anak Yatim Dan Dhuafa'.

Motivasi terbesar dalam membentuk lembaga ini adalah Tauladan Rosululloh yang begitu menyayangi dan memulyakan anak yatim.

Kebutuhan anak anak yatim dan dhuafa saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020  (saat pandemi)terpenuhi.


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images